Iklan

Karya

Pesan-pesan

Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts

Sunday, 8 January 2012

Wow, Siswa SMKN 8 Bandung Ciptakan Mobil Buggy

Siswa SMKN 8 Kota Bandung telah berhasil menciptakan sebuah produk otomotif, yakni mobil buggy. Mereka merakit mobil buggy dengan keterampilan yang mereka dapatkan di bangku sekolah dan internet. Produk ini masih terus dicoba untuk dikembangkan oleh para siswa.
 
Menurut Kepala SMKN 8, Dedi Indrayana, sekolahnya memang tengah didorong untuk menjadi teaching factory, yaitu sekolah yang menerapkan konsep pembelajaran dalam suasana seperti dalam dunia industri. “Dengan demikian, dapat menjembatani kesenjangan kompetensi antara kebutuhan industri dan pengetahuan sekolah,” ujar Dedi pada Ahad (8/1) lewat ponsel.
 
Ia menceritakan, awalnya ia memiliki ide pada tahun 2009 dengan melihat referensi dari internet dan Youtube. Setelah mempelajari, ia lantas mencanangkan agar SMKN 8 menjadi sekolah pertama yang memproduksi mobil buggy di Indonesia. Soal mesin, ia membelinya dari mesin mobil bekas di Singapore. “Kami menggunakan mesin bekas Toyota VIOS 1500 cc VVTI, yang dibeli seharga Rp 18 juta. Sudah cukup bagus kok, dan masuk standar EURO 2” tandas Dedi.
 
Untuk proyek awal, kata Dedi, sampai terbentuk sebuah prototipe mobil buggy dihabiskan waktu empat bulan. Namun, untuk saat ini, pihaknya mengaku bisa menyelesaikan satu unit mobil buggy dalam waktu satu bulan. ”Awalnya susah sekali,” tambah Dedi.




Sumber

Sunday, 25 December 2011

Rhoma Irama: Idola Harus Bisa Jadi Tauladan

Menjadi seorang idola, tentunya juga harus bisa memberi pengaruh positif bagi penggemarnya. Itulah yang dikatakan Raja Dangdut, Rhoma Irama saat memberi kuliah umum mahasiswa IAIN Sunan Ampel dengan tema 'Musik Sebagai Media Dakwah', Jumat (23/12/2011).

"Karena seorang idol, harus bisa juga menjadi tauladan. Sebab, idol tanpa fans juga sama juga bohong," katanya.

Oleh sebab itu, dalam kuliah umum tersebut, Haji Rhoma meyakinkan jika musik sangat memungkinkan sebagai media dakwah yang bagus.

Bahkan, Haji Rhoma juga menceritakan bagaimana awal kemantapannya menjadikan musik sebagai media dakwah ketika pertama kali berkarir sebagai musisi pada tahun 1960-an dimana saat itu menurutnya musik Indonesia masih identik diwarnai dengan mabuk-mabukan minuman keras, pergaulan bebas dan free sex.

"Tapi saat itu saya yakin dengan apa yang saya jalani. Makanya pada suatu malam, saya merenung dan berdoa kepada Allah. Kalau memang musik hanya memperlebar jalanku ke neraka, ambil nyawaku sekarang juga," renungnya sambil terisak tangis.

Sementara itu, Rektor Sunan Ampel, Prof. H. Nur Sam. Msi, dengan adanya kuliah umum dari Rhoma Irama tersebut, diharapkan mahasiswanya bisa lebih termotivasi dalam berdakwah melalui media musik, khususnya dangdut.

"Saya yakin seluruh mahasiswa IAIN Sunan Ampel Surabaya adalah dangdut mania, termasuk saya juga," katanya yang disambut tawa hadirin. 


Monday, 31 October 2011

TANPA-MU AKU TAK BISA

HARI TERBENAM TERGANTIKAN BULAN,
SEMUA YANG KUSAM COBA KU BENAM,
TAK LUPUT JANGKAUAN PENGALAMAN,
NAMUN SEMUA HANYA PERKIRAAN.

AKU SEOLAH BARU TERSADAR,
DARI TIDUR NAN HAMBAR,
HIDUP SELALU LAPAR,
BISANYA HANYA BERKOAR.


HANYA ITULAH YANG AKU BISA,
INSAN DENGAN GUNUNGAN DOSA,
DI PERSIMPANGAN DAKU BERADA.

SUDAH SAATNYA...
AKU MENYADARI SEMUA,
AKU BUKAN APA-APA,
TAK BISA APA-APA,
JIKA SEMUA TANPAMU YA ROB....

KU HARUS SADARI,
TANPA-MU AKU TAK BISA APA-APA.

Tinggal Cerita

Mungkin dulu kita sering bersama,
Habiskan waktu tuk canda tawa.
Penuh keakabran dengan semua,
Mengisi kehampaan lirih-lirih jiwa.

Itu dulu...
Cerita masa lalu.
Entah kini...
Apa semua masih di hati?
Namun...
Kau begitu cepatnya tinggalkan semua.
Dengan menyisakan banyak tanda tanya.
Juga tangis tak yang henti belaka.
Tanpa sempat terucap salam bahagia.
Meski kau tak sempat berkata.
Do'a ku, Semoga kau bahagia disana.

Thursday, 26 May 2011

Pengertian Kertas

Kertas adalah bahan yang tipis dan rata, yang dihasilkan dengan kompresi serat yang berasal dari pulp. Serat yang digunakan biasanya adalah alami, dan mengandung selulosa dan hemiselulosa.

Kertas dikenal sebagai media utama untuk menulis, mencetak serta melukis dan banyak kegunaan lain yang dapat dilakukan dengan kertas misalnya kertas pembersih (tissue) yang digunakan untuk hidangan, kebersihan ataupun toilet.

Adanya kertas merupakan revolusi baru dalam dunia tulis menulis yang menyumbangkan arti besar dalam peradaban dunia. Sebelum ditemukan kertas, bangsa-bangsa dahulu menggunakan tablet dari tanah lempung yang dibakar. Hal ini bisa dijumpai dari peradaban bangsa Sumeria, Prasasti dari batu, kayu, bambu, kulit atau tulang binatang, sutra, bahkan daun lontar yang dirangkai seperti dijumpai pada naskah naskah Nusantara beberapa abad lampau.

Sejarah Kertas

Peradaban Mesir Kuno menyumbangkan papirus sebagai media tulis menulis. Penggunaan papirus sebagai media tulis menulis ini digunakan pada peradaban Mesir Kuno pada masa wangsa firaun kemudian menyebar ke seluruh Timur Tengah sampai Romawi di Laut Tengah dan menyebar ke seantero Eropa, meskipun penggunaan papirus masih dirasakan sangat mahal. Dari kata papirus (papyrus) itulah dikenal sebagai paper dalam bahasa Inggris, papier dalam bahasa Belanda, bahasa Jerman, bahasa Perancis misalnya atau papel dalam bahasa Spanyol yang berarti kertas.

Tercatat dalam sejarah adalah peradaban Cina yang menyumbangkan kertas bagi Dunia. Adalah Tsai Lun yang menemukan kertas dari bahan bambu yang mudah didapat di seantero China pada tahun 101 Masehi. Penemuan ini akhirnya menyebar ke Jepang dan Korea seiring menyebarnya bangsa-bangsa China ke timur dan berkembangnya peradaban di kawasan itu meskipun pada awalnya cara pembuatan kertas merupakan hal yang sangat rahasia.

Pada akhirnya, teknik pembuatan kertas tersebut jatuh ketangan orang-orang Arab pada masa Abbasiyah terutama setelah kalahnya pasukan Dinasti Tang dalam Pertempuran Sungai Talas pada tahun 751 Masehi dimana para tawanan-tawanan perang mengajarkan cara pembuatan kertas kepada orang-orang Arab sehingga pada zaman Abbasiyah, muncullah pusat-pusat industri kertas baik di Bagdad maupun Samarkand dan kota-kota industri lainnya, kemudian menyebar ke Italia dan India, lalu Eropa khususnya setelah Perang Salib dan jatuhnya Grenada dari bangsa Moor ke tangan orang-orang Spanyol serta ke seluruh dunia.

Pembuatan kertas

Di tahun 1799, seorang Prancis bernama Nicholas Louis Robert menemukan proses untuk membuat lembaran-lembaran kertas dalam satu wire screen yang bergerak, dengan melalui perbaikan-perbaikan alat ini kini dikenal sebagai mesin Fourdrinier. Penemuan mesin silinder oleh John Dickinson di tahun 1809 telah menyebabkan meningkatnya penggunaan mesin Fourdrinier dalam pembuatan kertas-kertas tipis. Tahun 1826, steam cylinder untuk pertama kalinya digunakan dalam pengeringan dan pada tahun 1927 Amerika Serikat mulai menggunakan mesin Fourdrinier.

Peningkatan produksi oleh mesin Fourdrinier dan mesin silinder telah menyebabkan meningkatnya kebutuhan bahan baku kain bekas yang makin lama makin berkurang. Tahun 1814, Friedrich Gottlob Keller menemukan proses mekanik pembuatan pulp dari kayu, tapi kualitas kertas yang dihasilkan masih rendah. Sekitar tahun 1853-1854, Charles Watt dan Hugh Burgess mengembangkan pembuatan kertas dengan menggunakan proses soda. Tahun 1857, seorang kimiawan dari Amerika bernama Benjamin Chew Tilghman mendapatkan British Patent untuk proses sulfit. Pulp yang dihasilkan dari proses sulfit ini bagus dan siap diputihkan. Proses kraft dihasilkan dari eksperimen dasar oleh Carl Dahl pada tahun 1884 di Danzig. Proses ini biasa disebut proses sulfat, karena Na2SO4 digunakan sebagai make-up kimia untuk sisa larutan pemasak

Sumber

Pengertian Pulp

Pulp adalah hasil pemisahan serat dari bahan baku berserat (kayu maupun non kayu)melalui berbagai proses pembuatannya ( mekanis, semikimia, kimia).

Pulp terdiri dari serat - serat (selulosa dan hemiselulosa) sebagai bahan baku kertas.

Proses pembuatan pulp di antaranya dilakukan dengan proses mekanis, kimia, dan semikimia. Prinsip pembuatan pulp secara mekanis yakni dengan pengikisan dengan menggunakan alat seperti gerinda. Proses mekanis yang biasa dikenal di antaranya PGW (Pine Groundwood), SGW (Semi Groundwood). Proses semi kimia merupakan kombinasi antara mekanis dan kimia. Yang termasuk ke dalam proses ini di antaranya CTMP (Chemi Thermo Mechanical Pulping) dengan memanfaatkan suhu untuk mendegradasi lignin sehingga diperoleh pulp yang memiliki rendemen yang lebih rendah dengan kualitas yang lebih baik daripada pulp dengan proses mekanis.

Proses pembuatan pulp dengan proses kimia dikenal dengan sebutan proses kraft. Disebut kraft karena pulp yang dihasilkan dari proses ini memiliki kekuatan lebih tinggi daripada proses mekanis dan semikimia, akan tetapi rendemen yang dihasilkan lebih kecil di antara keduanya karena komponen yang terdegradasi lebih banyak (lignin, ekstraktif, dan mineral).

Sumber