Iklan

Karya

Labels

Pesan-pesan

Showing posts with label Kebudayaan dan Pariwisata. Show all posts
Showing posts with label Kebudayaan dan Pariwisata. Show all posts

Monday, 2 April 2012

Tips Makan Enak Irit Biaya

Hari-hari menjalani kehidupan sebgai seorang mahasiswa adalah pekerjaan cukup berat. Membagi waktu, uang jajan, kuliah adalah pekerjaan cukup sulit.

Uang jajan yang diberikan orangtua belum tentu cukup membiayai kehidupan di kampus. Terlebih soal makan, banyak mahasiswa yang merelakan uang jajannya untuk biaya tugas daripada makan.
Mengutip berita dari survivingcollegelife.com di bawah ini akan kami berikan beberapa tips agar kalian bisa tetap makan, walaupun uang jajan yang kalian punya tidak banyak.

1. Makanan gratis di pasar swalayan
Ketika kalian berada di pasar swalayan pasti banyak kedai menawarkan makanan contoh secara gratis. Ambil kesempatan itu agar perut kalian kembali terisi.

2. Cari makanan yang didiskon khusus pelajar/mahasiswa
Banyak restoran memberikan penawaran khusus untuk pelajar/mahasiswa. Jika kalian mengetahui ini langsung datangi restoran tersebut. Lumayan kan bisa mengirit uang jajan.

3. Datang ke acara seminar atau workshop
Biasanya dalam acara seminar atau workshop di sana banyak makanan gratis yang disajikan. Jika kalian datang ke acara seminar/workshop yang menyajikan banyak makanan kalian sangatlah beruntung. Selain kalian mendapatkan ilmu secara gratis di temapt itulah kaian akan menemukan makanan gratis. Wah udah dapat ilmu dapat makanan juga ya.

4. Ikut kompetisi makan
Saat ini banyak restoran mengadakan kompetisi makan secara banyak. Apabila kalian menemui kompetisi seperti ini, langsung daftarkanlah diri Anda agar dapat merasakan makanan gratis secara banyak.

Nah, inilah beberapa tips yang bisa kami berikan, apabila benar-benar berhasil jangan lupa berdoa ya sebelum makan.
(yangmuda)

Sunday, 8 January 2012

Batik Cirebon Paling Diminati Warga Jepang

Minat masyarakat Indonesia terhadap batik Cirebon belumlah tinggi. Sebaliknya, masyarakat internasional justru yang memiliki minat tinggi.

"Hampir 80 persen, konsumen saya berasal dari Jepang," ungkap pengrajin Batik Cirebon, Katura saat berbincang dengan Republika Online, Sabtu (10/12), di sela acara ‘Jalan Bareng Abah Alwi’ yang digelar Harian Republika.

Katura mengatakan tingginya minat masyarakat luar terhadap batik merupakan bukti penghargaan mereka terhadap sebuah karya seni. Mereka tahu batik yang dibuat butuh keahlian tinggi. "Mereka bahkan tahu, mana batik asli buatan saya dan bukan," kata Katuro yang telah membatik semenjak usia 11 tahun.

Meski minat masyarakat luar demikian tinggi, namun Katuro belum bisa memenuni permintaan. "Yang kasihan itu, wisatawan Jepang yang kesini, mereka selalu pulang dengan tangan hampa. Ya habis mau bagaimana, kan tergantung stok mas," kata dia.


Bersumber dari...

Monday, 26 December 2011

Wisata ke Bromo Melonjak Tajam

Angka kunjungan wisatawan ke Gunung Bromo dalam tahun 2011 melalui jalur Kabupaten Pasuruan, mengalami kenaikan yang amat tajam. Kenaikan tersebut hingga mencapai 60 persen dengan rincian sebanyak 95.835 wisatawan manca negara dan 18.908 wisatawan nusantara atau domestik.

"Ini benar-benar di luar prediksi kita selama ini. Karena kenaikan wisatawan pada tahun 2011 ini, justru melonjak tajam dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan kenaikan tersebut, ini membuktikan erupsi Gunung Bromo tak berpengaruh kepada kunjungan wisata," jelas Trisno Sudigdo, Ketua Koperasi Bromo Tengger Sejahtera, Senin (26/12/2011).

Meningkatnya kunjungan wisata, lanjut Trisno, lantaran Gunung Bromo merupakan segitiga emas. Dikatakan demikian, sebab umumnya para wisatawan yang datang ke Gunung Bromo sebelumnya telah berkunjung ke Malang dan setelah itu dilanjutkan ke Bali. "Paket wisata kan biasanya Malang-Bromo-Bali dan sebaliknya. Ada lagi Yogya-Bromo-Bali," imbuhnya.

Sementara itu, jika dibandingkan dari hari-hari biasa, jumlah pengunjung ke Gunung Bromo pada liburan Natal tahun ini justru naik sampai 100 persen. "Dalam sehari semalam tadi, terhitung sekitar 150 lebih mobil rombongan wisatawan yang datang ke kawasan wisata ini. Belum lagi para pengunjung yang menggunakan sepeda motor," tandasnya.

Meningkatnya jumlah kunjungan wisata ke Gunung Bromo melalui jalur Kabupaten Pasuruan tersebut, tak terlepas dari potensi wisata yang tak dimiliki oleh tetangga. Sebab, Kabupaten Pasuruan memiliki Penanjakan, yaitu lokasi terindah untuk menyaksikan keindahan matahari terbit, Gunung Bromo dan Semeru.